materi kuliah evaluasi kebijakan publik
EVALUASI KEBIJAKAN PUBLIK
Bagian
akhir dari suatu proses kebijakan yang dipandang sebagai pola aktivitas yang
berurutan adalah Evaluasi Kebijakan. Umumnya ketika kita berbicara mengenai
evaluasi kebijakan,asosiasi pikiran kita di hubungkan dengan perkiraan atau
penaksiran atas kebijakan yang telah di implementasikan. Namun sebenarnya tidak
hanya itu,evaluasi kebijakan sebenarnya juga membahas persoalan
perencanaan,isi,implementasi,dan tentu saja efek atau pengaruh dari kebijakan
itu sendiri.
Menurut
Lester dan stewart (2000:126) evaluasi ditujukan untuk melihat
sebagian-sebagian kegagalan suatu kebijakan dan untuk mengetahui apakah
kebijakan yang telah dirumuskan dan dilaksanakan dapat menghasilkan dampak yang
diinginkan. Dalam bagian ini fokus kita yang utama,namun tidak ekslusif,adalah
evaluasi kebijakan dalam hubungannya dengan usaha untuk melaksanakan atau
memperbarui kebijakan. Sebagaimana kita lihat,kegiatan pengevaluasian dapat
memulai proses kebijakan (problem,formulasinya,dan sebagainya) dslsm rangka
untuk melanjutkan,merubsh,atau mengakhiri kebijakan yang ada.
Evaluasi
kebijakan,sebagai aktivitas fungsional,sama tuanya dengan kebijakan itu
sendiri. Para analis dan perumus kebijakan selalu membuat penilaiian melalui
pendapat mereka mengenai manfaat atau pengaruh daro kebijakan,program,dan
proyek yang tengah atau telah dilaksanakan. Bnyak pendapat mengenai evaluasi
kebijakan dinyatakan dalam variasi yang mengesankan,baik yang bersifat anekdot
dan sepotong-sepotong,dipengaruhi oleh ideologi,kepentingan partisan,ataupun
kriteria penilaian yang lainnya. Namun pada dasarnya ketika seorang hendak
melakukan evaluasi kebijakan tiga hal yang perlu diperhatikan:
- Bahwa evaluasi kebijakan berusaha untuk memberi informasi yang valid tentang kinerja kebijakan. Evaluasi dalam hal ini berfungsi untuk menilai aspek instrumen (cara pelaksanaan) kebijakan dan menilai hasil dari penggunaan instrumen tersebut.
- Evaluasi kebijakan berusaha untuk menilai kepastian tujuan atau target dengan masalah yang di hadapi. Pada fungsi ini evaluasi kebijakan memfokuskan diri pada substansi dari kebijakan publik yang ada. Dasar asumsi yang digunakan adalah bahwa kebijakan publik dibuat untuk menyelesaikan masalah-masalah publik,maka evaluasi harus menilai apakah tujuan yang telah ditetapkan kebijakan tersebut benar-benar mampu menyelesaikan masalah yang ada. Yang seringkali terjadi dalam praktiknya ialah tujuan telah tercapai tetapi masalah tidak terselesaikan.
- Evaluasi kebijakan berusaha juga untuk memberi sumbangan pada kebijakan lain terutama dari segi metodologi. Artinya,evaluasi kebijakan diupayakan untuk menghasilkan rekomendasi dari penilaian-penilaian yang dilakukan atas kebijakan yang dievaluasi. Hasi-hasil dari penelitian evaluasi tersebut dijadikan bahan belajar bagi para pelaku kebijakan yang lain. Karena itu,oleh banyak scholar,fungsi kebijakan yang satu ini lebih bersifat produksif. Karena tidak lagi menekankan pada kritik terhadap kekurangan yang ada tapi lebih menjurus pada perumusan pembelajaran agar kelemahan/kekuranga tidak terulang pada waktu dan tempat yang akan datang.
Agar
evaluasi kebijakan yang dilakukan relatif komperehensif,maka biasanya beberapa
pertanyaan penting untuk diperhatiakan Apakah program tersebut sungguh-sungguh
dijalankan? Siapa yang membiayainya (pemerintah pusat/pemerintah daerah/bantuan
asing) ? Apakah implementasi kebijakan diikuti dengan standar prosedur yang sah
(standar pelayanan minimum,misalnya)? Pertanyaan-pertanyaan evaluasi seperti
tersebut di muka dapat memberitahu kita akan efisiensinya sebuah program.
Bentuk lain dari evaluasi kebijakan,yang dalam penggunaannya merupakan hal
baru,dan yang juga menyedot perhatian banyak analisis kebijakan akhir-akhir ini
adalah program evaluasi yang sistematik dan objektif untuk mengukur dampak
sosial dan keberlanjutan kehidupan sistem sosial itu sendiri. James Anderson
menyebutnya sebagai evalusi yang sistematik (evaluasi sistematik). Oleh karena
itu,evaluasi sistematik,menurut James Anderson lebih lanjut akan memperhatikan
langsung pengaruh kebijakan pada keinginan masyarakat atau permasalahan yang
dapat ditimbulkannya.
Tujuan
dari evaluasi kebijakan adalah untuk mengetahui apakah kebijakan yang
dirancangkan dapat mewujudkan apayang ingin di capai. Menurut Bryantdan White
dalam Wibawa (1974:63),evaluasi kebijakan pada dasarnya harus bisa menjelaskan
seberapa jauh kebijakan dan implementasinya telah dapat mendekati tujuan.
Sementara itu,Knox dan McAllister dalam Wahab (1997:7) menyatakan:
“policy evaluation is now an integral part of
the public policy process in which prorammes are reviewed to asses whether they
achieved their stated objectives and the intervemtion has bad the requisite
impact.” (saat ini evaluasi kebijakan merupakan bagian integral dari sebuah
proses kebijakan publik di mana kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui apakah
tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai dan apakah intervensi tersebut
telah menghasilkan dampak diharapkan.
Fungsi
utama evaluasi kebijakan publik dalam suatu proses kebijakan menurut William
N.Dunn adalah:
- Evaluasi memberi informasi yang valid dan dapat dipercaya mengenai kinerja kebijakan yaitu,seberapa jauh keutuhan,nilai dan kesempatan telah dapat dicapai melalui tindakan publik. Dalam hal ini evaluasi mengungkapkan seberapa jauh tujuan-tujuan tertentu (misalnya perbaikan kesehatan) dan target tertentu (sebagai contoh,20 persen pengurangan penyakit kronis pada tahun 1990) telah di capai.
- Evaluasi memberi sumbangan pada klarifikasi dan kritik terhadap nilai-nilai yang mendasari pemilihan tujuan dan target. Nilai diperjelas dengan mendefinisikan dan mengoperasikan tujuan dan target. Nilai juga dikritik dengan menanyakan secara sistematis kepantasan tujuan dan sasaran,analisis dapat menguji alternatif sumber nilai (misalanya pegawai negeri) maupun landasan mereka dalam berbagai bentuk rasionalitas.
- Evaluasi memberikan sumbangan pada aplikasi metode-metode analisis kebijakan lainnya,termasuk perumusan masalah dan rekomendasi. Rekomendasi tentang tidak memadainya kinerja kebijakan dapat memberikan sumbangan pada perumusan ulang masalah kebijakan,sebagai contoh dengan menunjukkan bahwa tujuan dan target perlu didefinisikan ulang. Evaluasi dapat pula menyumbang pada definisi alternatif kebijakan yang baru atau revisi kebijakan dengan menunjukkan bahwa alternatif kebijakan yang diunggulkan sebelumnya perlu dihapus (Dunn,1994:609-611).
Menurut
Samudra Wibawa efek atau dampak program/kebijakan mencakup beberapa bagian
yaitu:
- Dampak IndividualDampak individual dapat menyentuh aspek-aspek biologis/fisik,psikis,lingkungan hidup,ekonomi dan sosial serta personal.
- Dampak OrganisasionalDampak organisasional atau kelompok secara langsung adalah berupa tergannggu atau terbantunya organisasi atau kelompok dalam mencapai tujuannya. Dengan perkataan lain,seberapa jauh kebijakan tersebut membantu atau mengganggu pencapaian tujuan-tujuan suatu organisasi. Dampak tidak lansgsung terhadap organisasi misalnya melalui peningkatan semangat kerja para anggota organisasi.
- Dampak terhadap MasyarakatMenunjuk kepada sejauh mana kebijakan atau program mempengaruhi kapasitas masyarakat ini dapat melayani anggotanya. Analisa terhadap dampak masyarakat ini dapat menggunakan kerangka berpikir sistemik.
- Dampak terhadap Lembaga dan Sistem SosialUntuk melihat apakahh suatu sistem sosial itu lemah,sebagi akibat dari kebijakan pemerintah,beberapa indikator berikut dapat dijadikan sebagai pedoman kasar:
- Kelebihan beban
- Distribusi yang tidak merata
- Persediaan sumber daya yang dianggap kurang
- Adaptasi yang lemah
- Koordinasi yang jelek
- Turunnya legitimasi
- Turunnya kepercayaan
- Tertutupnya mekanisme koreksi dan adaptasi,diganti dengan sistem kuota (Wibawa,1994:54-59)
Evaluasi
kebijakan tidaklah mudah atau sederhana,untuk menentukan apakah kegiatan
kebijakan tidak semudah yang diperkirakan orang. Adapun permasalahan yang
berkaitan dengan Evaluasi Kebijakan Publik (EKP) yaitu:
- Ketidakpastian arah atau tujuan kebijakan.
- Hubungan sebagian akibat (Casuality).
- Pengaruh kebijakan yang menyebar.
- Kesulitan dalam memperoleh data.
- Penolakkan pejabat kantor (official resistance).
Melalui
pemerintahan nasional,evaluasi kebijakan diadakan dengan berbagai macam cara
oleh bermacam-macam pelakunya. Kadang-kadang evaluasi bersifat
sistematik, kadang sembarang atau sporadis. Dalam beberapa kasus evaluasi
kebijakan dapat dijadikan peraturan perundangan yang baru setelah reformulasi
kebijakan publik dan dalam kasus lainnya dapat bersifat tidak resmi dan tidak
teratur.Beberapa bentuk evaluasi kebijakan,seringkali memasukkan pandangan dari Parlemen, Kantor Akuntan Publik, Komisi
Kepresidenan dsb.
1xbet | 1xbet | Bet with a Bonus - RMC | Riders Casino
ReplyDelete1XBet herzamanindir.com/ allows you to filmfileeurope.com bet on any favourite horse races or https://vannienailor4166blog.blogspot.com/ any other sporting event. ✓ Get up to £300 + 200 Free Spins No 1xbet korean Deposit